mengobati depresi dengan Pendekatan Spiritual

February 3rd, 2010

Riwayat.net- Allah Swt memberikan kepada hamba-Nya Al-Quran sebagai penyembuh, sebagai obat serta menjadi rahmat kepada semua orang mukmin. Al-Quran akan menjadi obat jika seseorang tersebut mempercayai dan mengamalkan isi Al-quran. tanpa adanya keyakinan akan kebenaran da pengamalan sisinya. maka mustahil manusia akan mendapatkan manfaat dari Al-quran.

di antara yang dapat dilakukan ketika seseorang ingin berobat dengan Al-Quran adalah berusaha meyakini dengan keihlasan kepada Allah. termasuk dalam mengobati depresi. yang perlu dilakukan adalah , pertama, penguatan akidah. akidah mempunyai pengaruh besar terhadap depresi. karena akidah membentuk perilaku, perasaan dan  suasana hati manusia.  diantara penguatan tersebut adalah berusaha mempercayai akan qadah dan qadar Allah. hal ini bersesuaian dengan firman allah yang artinya:

“tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. “(QS Al-Hadid: 22-23). kedua percaya kepada hari berbangkit.  karena sesungguhnya orang beriman mengetahui bahwa dunia ini tidak kekal, dunia ini pasti hancur. iman kepada hari akhir mampu meringankan kesedihan, mampu menghibur hati, sehingga memberi pengaruh kepada suasana hati, hati menjadi tenteran dan jauh dari depersi. (bersambung).

Riwayat Attubani Psikologi ,

Gus Dur Milik Semua Orang

January 24th, 2010

Riwayat. net-Marwan Zein menyatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) setelah wafat dipuji sebagai pluralis. Padahal semasa hidup terkesan memihak. Ia ‘menyayangkan’ umat Islam yang bereaksi terhadap umat lain, menyerang gereja, umpamanya, tanpa mengkaji penyebabnya.(Singgalang/12/01/

2010). Pendapat  Marwan Zein tersebut seolah memojokkan Gus Dur sebagai orang yang tidak adil. Orang yang tak pantas diberi gelar pluralis. Padahal,  reaksi Gus Dur terhadap umat Islam yang kekerasan itulsah sebanrnya, yang ingin Gus Dur cegah. Sebab dalam ajaran islam tidak dikenal kekerasan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyuruh umatnya untuk melakukan kekerasan.
Dalam kasus penyerangan gereja, tentunya bukan masalah suka-tidak suka, atau memihak satu di antara mereka, tetapi lebih kepada aspek kekerasan dan vandalisme yang mereka lakukan. Hal inilah yang ingin Gus Dur gusur dari kehidupan umat islam. sebab pada dasarnya islam tidak pernah menyuruh umatnya menyelesaikan segala sesuatu dengan kekerasan.
Dengan demikian, pendapat Marwan Zein tersebut seolah memposisikan Gus Dur sebagai orang yang suka memihak. Padahal  Gus Dur menginginkan agar sikap main hakim sendiri tidak dilakukan oleh umat islam. dan dari segi hukum dinegara Indonesia juga bertentangan. Nah, jika ada yang menyatakan bahwa sikap Gus Dur yang mengecam penyerangan terhadap gereja suatu pemihakan, makal hal itu kurang tepat. Karena Gus Dur bukan memihak kelompok manapun, tetapi yang dilakukan Gus Dur adalah untuk menyelamatkan umat islam dari stempel umat yang suka kekerasan dan anti demokrasi.
Marwan Zein menyatakan bahwa Gus Dur mengecam praktik perlawanan terhadap kalangan Nasrani, tetapi tidak mengecam upaya Kristenisasi di Indonesia. Gus Dur mengecam serangan-serangan ke gereja, tetapi tidak ‘kedengaran’ mengecam pembantaian umat Islam dan penghancuran masjid di Sulawesi Tengah beberapa tahun silam.
Gus bukan mengecam bukan berarti tidak peduli, tetapi Gus mengingingkan agar umat Islam tidak terjebak kepada sikap yang melanggar hukum. Di sisi lain, jika umat islam dibiarkan larut dalam main hakim sendiri, maka yang akan rugi adalah umat islam sendiri. Adakalanya umat Islam keras, tetapi keras yang mempunyai aturan. Keras yang berdasarkan ajaran agama bukan keras yang membabi buta. Termasuk, kasusu Ahmadiyah. Apa yang dilakukan Gus adalah upaya menegakkan hukum di negeri ini.
Agus Miftuh Abegebriel menyatakan bahwa apa yang dilakukan oelh Gus Dur adalah upaya untuk menegakkan prinsip-prinsip universalitas Islam. yang  prinsip-prinsip tersebut berpijak pada asas kerukunan, kebersamaan, memperjuangkan keadilan dan menolak segala hal yang   atribut kekerasan. menolak atribut kekerasan dan diskrimitaip menjadi pertimbangan dasar dalam upaya pengambilan keputusan hukum. Nah, pijakan inilah yang menjadi prinsip mendasar bagi Gus Dur tentang respon Islam terhadap modernitas dan pentingnya dialog peradaban. Bukan dengan kekerasan.
Undang-Undang dasar 1945 dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak melaksanakan agama yang mereka anut dan percayai. Nah,  jika Ahmadiyah melakukan kepercayaannya sendiri, meyakini kepercayaan sendiri, maka hal itu secara Undang-Undang dasar 1945 dilindungi. Nah, jika ada orang yang menghalang-halangi orang yang melaksanakan agamanya, maka hal itu bertentangan dengan Undang-Undang 1945. meskipun Gus Dur membela Ahmadiyah, yang  jelas, belum tentu Gus Dur setuju sikap dan kepercayaan Ahmadiyah. Lagi-lagi dalam kasus ini Gus Dur ingin menyampaikan kepada umat islam Indonesia untuk tidak berbuat anarkis. Itulah sebenarnya pembelajaran Gus Dur kepada umat Islam di Indonesia.
Marwan Zein menyatakan bahwa Gus Dur menggagaskan pencabutan ketetapan MPRS tentang larangan ajaran komunis di Indonesia. Benarkah begitu sikap seorang pluralis? Jawabnya adalah benar. Sebgai seorang demokrat Gus Dur menginginkan di negeri ini tidak ada lagi dendam, tidsak ada lagi anak bangsa yang menerima dosa warisan.  Kalaupun benar-benar terjadi pencabutan TAP MPRS tersebut, bukan berarti Gus Dur setuju dengan ajaran komunisme, tetapi Gus menginginkan agar di negeri ini tidak ada lagi rakyat yang tertindas oleh hukum. Gus Dur menginginkan semua rakyat Indonesia dipayungi hukum yang sama.  Jadi sebenarnya, pencabutan itu tidak pada  tataran ingin menyuburkan ajaran kemunisme, tetapi lebih upaya pendekatan halus agar tidak ada lagi generasi  yang merasa di anaktirikan dan dipasung kemerdekaannya di negeri ini.
Marwan Zein menyatakan bahwa Gus Dur tokoh yang kontroversial. Ia menentang arus dan ‘menyungsang’. Ketika ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) lahir, ia tidak setuju dan membentuk Forum Demokrasi. Ia pun tidak keberatan Indonesia dipresideni figur non Muslim.  Gus Dur tidak setuju dengan ICMi, karena Gus Dur menyadarai bahwa ICMi hanya akan menjadi kendaraan penguasa. ICMI hanya akan menjadi alat negara untuk menundukkan dan mengambil hati umat Islam. Gus Dur tidak menginginkan ICMI menjadi organisasi yang ’menyusu’ dan berada di ’ketiak’ penguasa.
Anggapan Marwan Zein  yang menyatakan bahwa orang-orang yang memuji Gus Dur hanya sebuah basa basi. Orang-orang yang memuji Gus Dur adalah orang-orang yang ingin memperkeruh suasana keberagamaan di Indonesia. Bahkan, marwan Zein menyatakan bahwa  orang-orang yang memuji Gus Dur adalah orang-orang yang mempunyai maksud tersembunyi, satu di antaranya adalah tujuan politik.
Marwan Zein menyangsikan posisi Gus Dur, apakah layak dianggap  pluralisme, sang demokrat? Bahkan Marwan Zein mempertanyakan motif  orang-orang yang memuji  Gus Dur. Apakah benar-benar  jujur, ikhlas, obyektif, logis dan apa adanya?  Atau ada motif lain?  Bahkan lebih jauh mencurigai bahwa pujian-pujian yang dilontarkan orang kepad Gus Dur mengandung sebuah sebagai strategi dan berkonspirasi jangka panjang.  Apa yang dikatakan oleg Marwan Zein adalah sebuah praduga yang tidak berdasar. Terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang belum diteliti lebih dalam.
Kalau dicermati apa yang diungkapkan oleh Marwan Zein hanya sebuah praduga yang, sebuah ketakukan akan pengaruh pemikiran Gus Dur di negeri. Memang secara mata telanjag sosok Gus Dur  penuh kontroversi. Tetapi perlu disadari juga bahwa Gus Dur adalah ibarat teks berjalan yang mempunyai multi tafsir. Gus Dur bukan untuk orang Indonesia saja, Gus Dur bukan untuk umat Islam saja. Tetapi Gus Dur adalah milik semua penganut agama di Indonesia dan dunia.
Gus Dur yang fenomenal membuat raksasa  vendor software raksasa Microsoft  mengabadikan nama Gus Dur di ensiklopedi”encarta” sebagai ”muassis” dari ”The national Awakening Party”. Bahkan  Abdul Mun’im Al-Khifni, penulis kenamaan Mesir mengabadikan Gus Dur dalam karyanya,”Mausu’ah al-Firaq wa al-Jama’at wa al-mazahib wa al-ahzab wa al-harakat al-islamiyah” sebuah ensiklopedi tentang 759 organisasi, partai dan gerakan islam di seluruh dunia.
Gus Dur adalah milik semua orang. Milik orang-orang yang menjunjung demokrasi, pluralisme, keadilan, ksetaraan. Gus Dur adalah milik orang-orang yang cinta damai, cintai persahabatan, cinta kasih sayang. Gus  Dur adalah milik orang-orang yang anti kekerasan, Gus duir adalah milik orang-orang yang suka menyelesaikan permasalahan dengan cara yang bijak dan mengutamakan dialog.
Memang kehidupan Gus Dur penuh dengan kontroversi. Sikap tersebut tidak lepas dari pendapat Gus  Dur yang bersifat futuristik. Pemikiran Gus dur sering melewati jamanya. Sehingga banyak orang yang tidak memahami pemikiran Gus Dur. Gus Dur yang mempunyain pikiran futuristik juga diakui oleh Nurcholis Madjid. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa ada empat rahasia Tuhan di dunia ini, yakni umur, jodoh, rezeki dan satu lagi Gus Dur. Allahu a’lam .

Riwayat Attubani Artikel

Nuruddin Ar-Raniri

January 10th, 2010

Riwayat- Al-raniri di lahirkan di Ranir, sebuah kota tua pantai Gijarat, India. nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin hasanjin Al-hamid Asy-syafi’i Ar-Raniri. tahaun kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti. ada kemungkinan beliau lahir sekitar abad ke -16 . pendidikan pertama  di ar-Ranir, kemudian dilanjutkan ke Hdramaut. ketika masih di ar-Ranir  ar-raniri telah menguasai berbagai ilmu agama. guru yang paling berpengaruh dalam diri ar-raniri adalah Abu nafs Sayyid Imam bin Abdullah bin Syaiban. seorang guru tarekat Rifaiyah keturunan Hadramaut-Gujarat, India.

menurut Azyumardi Azra Ar-raniri merupakan tokoh pembaharu di Aceh. berkat lisensi atau semacam legalisasi dari sultan-sultan di Aceh. Ar-raniri memberantas aliran wujuddiyah yang di anggap sebagai aliran sesat. di samping melakukan pembaruah di Aceh. Ar-Raniri dikenal sebagai seorang Syekh islam yang mempunyai otoritas mengeluarkan fatwa. bahkan fatwa-fatawnya secara eksplisit di tujuan untuk memburu para pengikut aliran sesat.

sebagi seorang ulama, Ar-raniri mempunyai berbagai karya tulis , di antaranya adalah:

  1. Bustan As-Salatin fi Dzikr Al-Awwalin wa  Al-akhirin.
  2. Ash-Shirath Al-Mustaqim.
  3. Syifa’ Al-Qulub.
  4. Durrat Al-fara’dh bi syarhi Al-Aqa’id.

ajaran-ajaran tasauf ar-Raniri  secara umum adalah tentang Tuhan, alam manusia, wujudiyah, hubungan syariat dan hakekat.

padanagnya tentang Tuhan terlihat bersifat kompromis. Ar-Raniri berupaya mengkompromikan paham mutakallimin dengan paham sufi yang di wakili oleh Ibnu Arabi. Ar-raniri berpendapat bahwa  ungkapan eksistensi wujdu allah dan alam Esa berarti alam ini merupakan sisi lahiriyah dari hakekat yang batin.

namun, ungkapan ini memberi kesan bahwa alam tidak ada. yang ada hanya allah SWt saja. dengan demikian alam dan Tuhan tidak menyatu, atau alam dan Tuhan sama. tetapi yang jelas, menurut Ar-raniri bahwa alam ini merupakan tajalli Allah.

Ar-raniri berpendapar bahwa alam diciptakan Allah melalui tajalli. Ar-Raniri menolak teori menasi Al-farabi. karena jika menyakian teori emanasi, maka kan membawa pemahaman bahwa alam ini qadim, sehingga dimungkinkan seseorang akan jatuh kepada kemusyrikan.

alam dan falaq merupakan tempat  tajalli asma dan sifat Allah dalam bentuk nyata.

sifat ilmu bertajalli kepada alam akal. nama rahman bertajalli kepada arsy, nama rahim bertajalli kepada kursy, nama raziq bertajalli kepada falaq  ketujuh, dan selanjutnya.

manusia menurut Ar-raniri adalah mansuai yang sempurna, manusia merupakan khalifah allah di muka bumi. manusia juga merupakan tempat kenyataan asma dan sifat Allah yang paling lengkap. konsep insan kamil yang dikemukakannya hampir sesuai dengan apa yang telah diungkapkan oleh Ibn Arabi.

menurut ar-raniri wujudiyah  berpusat kepada  wahdat al-Wujud, yang disalahpahami dan salahartikan oelh kaum wujudiyyah. dengan kenanunggalan Allah dengan aalam. Ar-raniri berpendapat bahwa jika benar Tuhan dan makhluk pada hakekatnya satu, maka dapat disimpulkan bahwa manusia adalah Tuhan, dan sebaliknya Tuhan adalah manusia, maka seluruh makhluk adalah Tuhan. maka hal ini akan berefek kepada perbuatan manusia, jika manusia berbuat buruk dan dosa, maka Tuhan ikut ambil bagian di dalamnya.

pendapat Ar-raniri tentang hakikat dan syariat adalah pemisahan antara syariat dan hakekat tidak dapat diterima , alis tidak benar. ia mengemukakan alasan bahwa tidak ada jalan menuju Allah, kecuali melalui syariat merupakan pokok dan cabang islam. pendapat ini beliau kutip dari Syekh Abdullah Al-Aidarusi.

Riwayat Attubani Tasauf , ,

maqamat dan ahwal

December 22nd, 2009

Kaligrafi Allah-Muhammad 1

Riwayat.Net .Kehidupan sufi menarik untuk dibahas. menarik karena mempunyai keunikan dalam hal pengolahan jiwa. pengolahan jiwa menuju kesempurnaan. sufi mempunyai konsep yang jelas tentang bagaimana cara menuju Allah. jalan-jalan tersebut dapat berupa latihan-latihan/riyadhah yang dilakukan dengan cara bertahap. fase-fase tersebut sering dikenal dengan  istilah maqamat/tingkatan-tingkatan. maqom mengandung arti kedudukan dan tempat berpijak dua telapak kaki.

Dalam ilmu tasauf maqom mengandung arti kedudukan hamba dalam pandangan Allah, berdasarkan  usaha yang dilakukannya, baik berupa ibadah, perjuangan, latihan dalam rangka menuju Allah. dengan demikian jika seseorang ingin mencapai maqom tertentu maka ia harsu melakukan latihan, latihan, perjuanagan agar mampu menuju dan meniti jalan Allah.

Ada juga yang menyatakan bahwa maqam adalah memenuhi segala kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan. dengan demuian jika seseorang belum  memenuhi segala kewajiban pada maqam tertentu , maka ia tidak boleh melangkah ke maqam berikutnya.

di kalangan kaum sufi maqam-maqam tersebut berbeda-beda, sesuai ahli sufi masing-masing. di antara maqam tersebut adalah sebagai berikut qanaah, tawakkal, taslim, tobat, wara.

Al-Qusairiyah memberikan urutan maqam sebagai berikut; tobat, mujahadah, khalwat, uzlah, taqwa, wara, zuhud, khauf, raja’, qanaah, tawakal, syukur, sabar, muraqabah, rida, ikhlas, dzikir, faqr, mahabbah, syauq.

sedangkan menurut Dzun Nun Al-Misri membagi beberapa tingkatan saja, seperti; taubat, sabar, tawakal dan rida. sebagaimana diketahui beliau dianggap sebagai peletak dasar-dasar tasauf di dunia islam.

selain, maqom yang diungkapkan di atas, sebenarnya masih abnyak pendpat para ahli sufi tentang pembagian maqom, tetapi yang jelas adalah setiap ahli sufi selalu bebeda dalam hal membagi maqom.

ahwal merupakan bentuk jamak dari hal. yang mempunyai arti keadaan atau kondisi psikologis yang dirasakan oleh sufi disaat mereka mencapai maqom tertentu. ada juga yang menyatakan hal adalah pemberian yang tercurah kepadad seseorang dari Yang Maha Pencipta, sebagai hasiol dari amal soleh. diantaranya dengan penyucian jiwa.

menurut harun Nasution hal dapat dibagi menjadi dua macam. pertama hal merupakan anugerah dan rahmat Allah yang diperoleh manusia tanpa memerlukan suatu upaya. kedua, hak bersifat sementara, yang terkadang ia ada dana lain kali menghilang pada diri sufi. sebagai catatan antara maqom dan hal adalah sesutau yang saling terkait. keduanya tidak dapat dipisahkan.(Allahu A’lam)

Riwayat Attubani Tasauf , ,

Sebuah Prasangka: Catatan Untuk Seorang Pengunjung

December 22nd, 2009

Suatu saat ada pengunjung blog ini. Beliau berkomentar bahwa ada tulisan saya yang copy paste dari blog lain. Kaya’nya kenal betul dengan tulisan itu. Beliau  menyatakan bahwa  tulisan say copas dari blog lain. Mungkin karena kurang teliti, sehingga beliau menyatakan bahwa tulisan yang saya muat di http://riwayat.net adalah copas.

Tetapi  yang dikatakan blog lain itu sebenarnya adalah blog saya sendiri. Alamatnya  adalah http://riwayat.wordpress.com. Ya.. itu adalah blog gratisan saya. Adalah wajar orang akan berprasangka tentang sesuatu, karena bisa jadi mereka tidak tahu atau belum mengetahui banyak hal tentang sesuatu yang diprasangkakan tersebut.

Saya jadi ingat firman Allah bahwa kita dianjurkan dan di suruh untuk selalu menjauhi prasangka, karena sebagain dari prasangka adalah dosa.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Mujadalah: 12) .

aya juga bukan langsung menghapus koment tersebut, saya menghargai beliau tersebut. Kemudian saya aprovlah komenya. Tanpa ada niat untuk meneditnya. Karena saya merasa hal itu tidaklah terlalu vulgar apalagi menyakitkan. Tapi demi sebuah kepastian dan kejelasan informasi, maka saya tulislah komentar ini.

Yang jelas dalam keseharain dan kehidupan ini, kita perlu sadar dan banyak menggali informasi., agar tidak saah langkah dan langsung menjastis sesuatu tanpa tahu informasinya lebih jauh.

Yang jadi parsangka adalah tulisan  dalam artikel ”Sejarah Perkembangan Ilmu dan Filsafat” dan artikel ini memang kopas dari blog gratisan saya di http://riwayat.wordpress.com. Saya juga tak menambah apalagi mengurangi tulisan saya tersebut. Meskipun saya sadar bahwa diplikat konten dianggap kurang baik dalam ilmu perseo-an. Gak masalah lah. Dengan pertimbangan jika di blog lama di hapus, nanti  kasihan pengunjung diblog tersebut. tidak menemukan artikel tersebut.

Berdasarkan hal itu saya tidak menghapus artikel tersebut, meskipun telah saya pindah ke http://riwayat.net

Riwayat Attubani Artikel , ,

pengetahuan Dalam Pandangan Iluminasi Ibnu Thufail

December 21st, 2009

riwayat- Rasio dan intuisi merupakan metode yang digunakan oleh secara bersamaan untuk mendapatkan pengetahuan sejati.  pengetahuan sejati yang dicapai oleh manusia. proses pencapaian tersebut dilalui dengan cara musyahadah. pada tataran ini para teosof mencapai pencerahan/ israq darai esensi yang wajid ada, harus ada./ al-haq.

dalam struktur filsafat Timur, seperti menurut Ibnu Sina dan Suhrawardi juga membangun proses pencapaian pengetahuan tertinggi dengan intuisi dan rasio. yang kedua metode tersebut di dasari dengan az-dzauq dan al aql.

berdasarkan metode tersebut, maka Ibnu Thufail mengklasifikasikan pengetahuan menjadi dua, pengetahuan fisika dan metafisika.

pengetahuan fisika adalah pengetahuan tentang hakekat yang ada di  alam kejadian dan kerusakan. sedangkan pengetahuan metafisika adalah pengetahuan tentang laam luar, termasuk pengetahaun tentang adanya Tuhan.

dalam kisah alogoris hayy Ibn Yaqzhan, merupakan gambaran dari perkembagan pengetahuan manusia. hal ini dapat dicermati dari karakter tokoh, Hayy Ibn Yaqzhan, sebagai anak manusia yang  hidup sendiri atau menyendiri di sebuah pulau. di pulau tersebut hanya ada dirinya.

ia terasing dari kehidupan masyarakat, dengan berbagai  dimensinya. meskipun ia terasing, tetapi ia mampu dan tukbuh menjadi sosok filsuf ahali empiris .  dengan akalnya ia mampu merumuskan pengetahaun empiris melalui berbagai observasi yang ia lakukan di alam terbuka tersebut.  berbagai metode yang bersifat empiris ia terapkan dan pada akhirnya ia paham akan pengetahuan yang bersifat empiris dan fisika.

ketika Hay Ibnu Yaqzhan sadar dan paham akan pengetahuan fisika.

ia tidak  berhenti sampai di siti, ada pengetahuanyang belum ia dapatakan. maka denga rasio yang ia punyai,  sadar bahwa ada pengetahuan yang lain yaitu pengetahuan metafisika.

berawal dari pengetahuan fisika dengan daya nalar yang telah ia kembangkan dan matangkan maka dalam dirinya dan dua pokok  kesimpulan bahwa dalam diri manusia ada dua daya pikir daya pikir materi dan daya pikir imateri.

daya pikir materi hanya sampai pengetahuan yang bersifat materi. dengan daya pikir materi maka akal maunis akan mampau menjgakau hal-hal yang bersifat materi saja. dengan demikian akal manusia akan terhenti ketika memikirkan hal-hal yang bersifat imateri. maka manusia tidak harsu berhenti kepada daya pikir materi  saja. akan tetapi seharsunya utnuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi maka manusia harsu menggunakan daya pikir imateri.

daya pikir imateri bukan datang dari luar, tetapi juga tidak datang dari dalam tetapi ia menyatu. meskipun menyatu tetapi ia tidak bersifat materi dan tidak akan pernah menyatu dengan materi. dan hal itu mesti ada dalam diri manusia. dan daya imateri inilah yang akan mampu menjangkau hal-hal yang bersifat imateri. esensi yang dimaksud adalah esensi yang bersumber dan Sang Maha Imateri. dengan daya tersebut maka  akan berkemungkinan mengetahui hakekat esensi-Nya.

Riwayat Attubani Filsafat ,

Beredarnya Buku Paket Seronok: Sebuah Tamparan Terhadap Dinas Pendidikan

December 16th, 2009

Riwayat.net-Negeri ini sungguh aneh, ironis dan menyedihkan. Berbagai masalah amoral terus melanda negeri ini- yang katanya sebuah negeri Timur yang beradab dan berbudaya luhur, tetapi apa itu salah, apa masih relevan terhadap situasi saat ini? Sebuah pertanyaan yang perlu dijawab oleh hati- masing-masing bangsa ini.

apakah sebegitu kronisnya amoralitas di negeri ini? Dulu ketika ada UU anti pornografi semua yang tidak setuju pada misuh-misuh. Yang setuju dengan UU pornografi dianggap melawan HAM. Ada apa sebenarnya bangsa ini? Ketika ada orang-orang yang ingin sebuah perbaikan moral , malah dicegah dan dihalang-halangi mati-matian?

Seharus mereka berfikir positif dengan adanya UU pornografi tersebut. Yang satu di antara tujuannya adalah menghindarkan generasi muda dan bangsa ini dari kebejatan moral, terutama tentang pergaulan bebas, seks bebas, mesum.

Apa orang-orang yang anti UU pornografi tidak sadar bahwa gerakan mesum telah menjalar di berbagai kalangan generasi muda Indonesia? Jika, dicermati banyak kasus mesum dinegeri ini, tapi siap peduli, lha,.. ketika UU pornografi pun di tolak, tapi kalau anak SD mesum, SMP mesum, Sm dan mahasiswa pada mesum, lalu muka-muka orang-orang penolak UU pornografi kemana?

Kenapa mereka diam? Tidak itu saja, pendidik pun banyak yang kesandung perbuatan mesum dengan siwanya, dosen dengan mahasiswanya, mahasiswa dengan mahasiswi. Entah berapa lagi yang kan jadi korban. Berapa lagi video mesum akan hadir di negeri ini. Yang notabene di produksi oleh generasi muda negeri ini. Sungguh ironi.

Apakah ini yang dinamakan Ham, apakah ini yang namanya kebebasan. Sepertinya, negeri ini sudah dikelilingi oleh berbagai pemicu kemesuman.

Media mengarah kepada kemesuman, TV memuat tayangan berbau pornografi dan mesum. Puisi pun mengarah ke pada kata-kata mesum, bahkan puisi dan novel berbau mesum yang menjadi juara, mendapat penhargaan lagi.

Akibat hal itu sepertinya, yang berbau mesum disuka oleh oknum-oknum negeri ini. Samapi-sampai saking hobinya,,, membuat buku pun dibumbui oleh hal-hal berbau mesum… seperti kutipan berikut ini. ”Seperti diketahui gambar-gambar seronok itu berada pada cover depan dan isinya banyak menampilkan gambar-gambar wanita berbusana minim, pose berciuman khusus dewasa serta isi bacaan juga sangat tidak pantas untuk anak usia sekolah dasar. ”(vivanews)

hendaknya hal itu, segera dicegah agar tidak menjalar ke daerah lain. Ketegasan pihak berwenang pun perlu dilakukan. Tidak itu saja seharusnya pihak pendidikan lebih hati-hati. Sehingga tidak kecolongan lagi.

BSNP pun harusnya tegas dan bekerja dengan baik. Atau memang BSNP tidak mempunyai hak dan kewenangan untuk mensortir buku-buku pelajaran? Apakah hanya yang di pusat saja yang disortir, sedangkan yang di daerah tidak? Atau memang keteledoran pihak dinas pendidikan daerah. Sepertinya dinas pendidikan harus banyak berbenah dan menjadikan peristiwa ini belajaran berharga.

Riwayat Attubani Artikel , ,

Cara Mempersiapkan Anak soleh dan Cerdas

December 13th, 2009

Oleh: Riwayat Attubani

Setiap manusia yang baik, setiap insane yang menginginkan anak pasti menginginkan anak yang soleh, anak yang baik sesuai dengan keinginan hatinya. Tidak seorangpun jika ditanya, apakah anak yang anda inginkan, pasti mereka akn menjawab anak yang baik, anak yang soleh. Untuk mendapatkan anak yang soleh anak yang berbakti pada kedua  orang tua, agama perlu diawali sejak awal. Perlu persiapan sejak dini. Mulai dari proses mencari pasangan. Nabi Muhammad Saw. Menyatakan bahwa jika kita ingin berkeluarga, maka  perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama keturunannya, hartanya, kecantikannya, dan agamanya. Amak sebagai orang berimna yang  harsu diutamakan adalah agamanya, bukan kecantikannya, hartanyam keturunannya. Tapi yang lebih baik adalah jika ketiga-tiganya ada. Tetapi paling tidak yang menjadi pilihan utama adalah karena agamanya.

Tidak itu saja , ketika sudah menikah dan akan melakukan hubungan suami istri((Jima’), maka diharuskan untuk berdoa, sebelum melakukan hubungan suami istri. Doa tersebut adalah,” Bismillah. Allahumma Jannibna Sya-syaithana wa jannibi sy-syaithana ma razqtana,”.

Doa tersebut harus dibaca agar keturunan kita tidak diganggu oleh setan. Kelihatannya remeh, tetapi hal ini sangat memberi pengaruh terhadap perkembangan bayi nantinya. Jika pasangan suami istri tidak berdoa ketika akan melakukan hubungan suami sitri, maka ada kemungkinan ada andil setan dalam proses pembuahannya. Untuk itu agar kita terhindar dari hal tersebut maka tidak ada salahnya jika kita selalu berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan.

Bahkan, di saat istri kita hamil, sebaiknya istri selalu berdoa kepada Allah agar bayi yang dalam kandungan sehat dan menjadi anak-anak yang soleh kelak di kemudian hari. Kita patut mencontoh istri imrah. Seperti tertera dalam arti ayat  berikut ini: (ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.(Ali Imran: 35-38).

Seorang calon bibu hendaknay selalu berdoa untuk anak-nakanya. Hal ini dilakukan agar anak tersebut merasakan kasih saying dan didikan dari ibunya. Sejak masih dalam kandungan merasakan pendidikan dari orang tuanya. Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa mendidik anak soleh sudah dimuali dari mencari pasangan,  dalam kandungan dan setelah lahir pun proses pendidikan dan mendidik anak terus berlangsung. Pendidikan perlu terus diberikan kepada anak-anak kita.

Dengan  merasa nyaman di dalam kandungan ibu. Anak merasa bahwa ada kasih sayang yang mengalir dari ibu. Ibunya memberi kelembutan dan sentuhan ruhani kepada bayinya. Sentuhan ruhani tersebut berbentuk doa dan bacaan al-Quran.  Semoga dengan sering membaca Quran, membacakan Quran kepada bayi akan memberi pengaruh yang baik, pengaruh positif. Memperdengarkan bacaan al-Quran kepada anak, apalagi dibaca langsung oleh ibunya, maka akan memberi kecerdasan kepada sang bayi.  Kalau di barat muski mampu mencerdaskan otak bayi. Maka dalam islam dengan membacakan atau memperdengarkan bacaan Al-Quran bayi akan lebih cerdas dan lebih mengena dalam hati dan kontak yang kuat kepada Ilahi Rabbi.

Riwayat Attubani Artikel, Keislaman, Pendidikan , ,

Peringatan bagi Mereka Yang lalai

November 28th, 2009

Riwayat net-banyak orang, jika tertimpa musibah, kesusahan, ia kan menempuh jalan yang haram, pergi ketukang sihir, tenung, atau bertransaksi haram. jika ada yang ingin menasehatinya, atau memperingatkan, maka di a berkata,”terpaksa”.

padahal Allah berfirman yang artinya,” atau siapakah yang memperkenankan orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-nya, dan yang menghilangkan kesusahan.(QS. An-Naml:62).

makna dari yaitu orang disulitkan oleh penyakit, kefakiran dan musibah di dunia . kemudian mereka berdoa dan pasrah kepada Allah SWT.

padahal, mendatangi tukang sihir adalah haram hukumnya dalam pandangan Islam. dukun, tukang tenung, termasuk paranormal. padahal Rasululah Saw bersabda yang artinya” siapa yang mendatangi tukang sihir, tukang tenung untuk menanyakan sesutau lalu membenarkan perkatannya, maka sungguh ia telah ingkar kepadfa wahyu yang telah diturunkan Allah kepada Muhammad. (HR. Nasai, Ibnu Majah, Tirmidzi).

kita pun tidak boleh belajar sihir, tenung, karena hal itu termasuk ilmu setan.  Allah berfirman yang artinya” dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan sulaiman, padahal Sulaiman tidak kafir, hanya setan-setanlah yang kafir. mereka mengajarkan sihir kepada manusia.(QS. Albaqarah:102)

sihir adalah ilmu yang diberikan setan kepada manusia. untuk iktu sihir dan yang sejenis denganya haram dipelajari. karena bertendensi syirik dan kekufuran kepada Allah SWT. Allah berfriman yang artinya” dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan kepada seorangpun sebelum mengatakan:”sesungguhnya kami hanya cobaan, sebab itu janganlah kamu kafir,”. maka mereka mempelajari dari keduan malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang istrinya. Dan mereka itu tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.(Qs. Al-baqarah: 102).

Riwayat Attubani Keislaman , ,

Cukup Satu Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Kota

November 24th, 2009

Menjamurnya sekolah berstandar internasional belum diikuti ketersediaan tenaga pendidik yang bisa mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya memperketat seleksi. Di kabupaten atau kota sebaiknya cukup ada satu SBI untuk tiap jenjang.

”Sekarang ini bisa ada 5-7 SBI di satu kota. Di Malang, Jawa Timur, ada 7 SBI untuk satu jenjang pendidikan. Sumber daya guru tidak mencukupi,” kata guru besar Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang, Ali Saukah, di seminar ”English for Specific Purpose within the context of Sekolah Bertaraf Internasional Contextualizing the Jargons” di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (20/11).

Menurut dia, dari sejumlah survei, siswa pun belum seluruhnya mampu mengikuti pelajaran dalam bahasa Inggris untuk Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan bahasa Indonesia saja, siswa masih kerap kesulitan. ”Malah ada SBI yang belum memenuhi kriteria standar nasional,” tuturnya.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Bertaraf Internasional UKSW Salatiga, Philipus Pirenomulyo, mengatakan bahwa ”Di tengah kebingungan dan permasalahan sumber daya pengajar, tidak banyak sekolah yang mencoba menggandeng lembaga pendidikan tinggi. Padahal mereka bisa berkonsultasi atau, bahkan, meminta bantuan kepada perguruan tinggi terdekat,” ujarnya.

Michael Lynn, dosen Linguistik Universitas Kwansei Gakuin, Jepang, menuturkan, untuk meningkatkan kapabilitas berbahasa Inggris guru, sekolah berstandar internasional di Jepang membayar pengajar berbahasa ibu Inggris. (GAL/kompas.com)

Riwayat Attubani Berita ,